Thursday, December 17, 2009

Bidadari Bengal's Men List

Gue kemaren sempet nemu postingan blog yang alamatnya sendiri gue lupa, tentang buku berisi nama2 cowok yang dia suka. Nah, gue jadi inget juga nih, ehm, malu siy, tapi gue juga punya loh buku kayak gitu. Hihi. Sejak gue SD, gue punya 1 buku yang isinya nama2 cowok yang menurut gue cakep, dan jumlah nama yang tercatat disitu sampe ada 500 nama lebih!! Pertama punya buku itu waktu gue kelas 5 SD, dan terakhir gue ngeliat wujud buku itu kalo gak salah waktu gue masuk SMU. Udah gak tau kemana itu buku, mungkin udah kebakar, mungkin udah jadi kertas pembungkus sayur, ato udah jadi bahan ketawaan siapapun penemunya. Buku tulis biasa merek AA, disampul coklat dan dibungkus plastik, begitu dibuka ada tulisan: 
"Property of Bidadari Bengal
Daftar Calon Bapak Anak-anaknya Bidadari Bengal"

Ternyata dari kecil gue tu emang udah parah yak? Gila laki! Hahahahahahh... Nomor 1 adalah pastinya Johnny Depp. I've been in love with him since the first time I watched him in 21 Jump Street. Sejak gue punya buku ini, gue jadi detail banget kalo nonton film dan serial TV. Ada yang cakep dikit, langsung gue cari namanya. Biarpun perannya cuma kecil banget ato numpang lewat. Yang ada itu film gak gue tonton dengan konsen karena gak sabar nungguin credit titlenya. Demi mencari nama sang cowok yang menarik mata si Bidadari Bengal kecil. Gue bisa loh nyewa laser disc (masih jamannya laser disc!! gilee...) dan mencari nama aktor yang memerankan, misalnya: Pizza Delivery Man, ato Beach Volley Player #3. Najis banget ih gue ternyata waktu kecil! Najong, sumpah! 

Bisa dibilang gue jadi ngikutin perjalanan aktor itu mulai dari awal karir mereka sebagai figuran sampe jadi pemeran utama. Gue yakin, pasti udah jarang yang masih tau ato inget siapa itu Dalton James, River Phoenix, Sean Astin (sebelum dia main di LOTR). Apalagi William McNamara (gue jatuh cinta abis sama niy cowok gara2 liat serialnya kalo gak salah di TVRI. Judulnya lupa, pokoknya lokasinya di Hawaii. Sempet nongol di Dumb & Dumber kalo gak salah), sama Dan Gauthier (siapa hayooo?)

In a disorderly order, here are some of my more than 500 husband-to-be (gubrak!):


Johnny Depp
Yang ini mah gak perlu diterangin lagi. Ailapyu Kang Dedeeepp...

Richard Grieco
Officer Dennis Booker yang akhirnya dibuatin serial spin off dari 21 Jump Street, Booker. Aww, this guy is hot!

William McNamara
Namanya inget, tapi filmnya lupa. Pokoknya settingnya di Hawaii deh.

Sean Connery
Tuh, yang tua aja gue doyan. Uh...

Sting
Gue rasa cewek yang gak suka Sting tu bukan cewek sejati. Muka keren, suara maut, lagu enak. Apa lagi yang kurang, coba? 

Ken Olandt
Dia yang memperkosa Officer Judy Hoffs kalo gak salah. Ato yang nolong dia ya? Pokoknya dia sempet jadi bintang tamu deh di 21 Jump Street.

Dan Gauthier
Pilot helikopter di Tour of Duty. Oh mamak... Cakep kali makhluk ini dahulu. Hingga kini pun. Halah...

Dalton James
Makhluk keren yang akhirnya dapet peran lumayan di Father of The Bride. Trus ilang lagi deh. Hehe.

Jan Michael Vincent
Lt Hawk di Airwolf. Cita2 gue jadi pilot Airwolf loh dulu. Keren banget kan. Turbo on! Whoooossshhhh... 

Yah demikian laporan memori sekilas si Bidadari Bengal yang haus lelaki. Kalo dulu gue suka cowok yang cakep dan manis dan imut, sekarang mah gue sukanya yang cakep tapi manly. Clive Owen, Daniel Craig, CrewCut. Ihiks... Tapi kalo diliat2 lagi, sebenernya selera gue cukup konsisten ya. Cowok2 diatas itu gak semuanya imut banget kan? :p

Wednesday, December 16, 2009

Sorry, Menik

Just read my best friend's blog. So sorry if I had stepped over the limit that time with my joke. Just tell me anytime you feel like it, cuy! It's your right. And, peace yo. :)

So, this is officially my apology to you. Please don't sue me like those infotainment guys about to do to Luna Maya ya cuy! :D

Mwaaa...

Luna Maya vs Infotainment


Semalem Luna Maya memaki wartawan melalui account Twitternya. Gue males cari yamg verbatim, tapi lebih kurang isinya begini:

'Infotemnt derajatnya lebih HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!may ur soul burn in hell!'

Setelah itu kabarnya dia sempet minta maaf melalui Twitter juga, lalu accountnya ditutup. Sayang aja sampe kejadian hal seperti ini. Tapi secara manusiawi hal ini wajar banget. Siapa sih yang suka hidupnya diburu-buru oleh pekerja infotainment? Dikorek kehidupannya, dicari aibnya, lalu kalau gak dapat apa2, dipancing sehingga berbuat salah.

Gue jadi ingin ikut membahas tentang hal ini. Menurut diri gue pribadi, sah-sah aja Lunmay marah seperti itu. Mau artis atau bukan, siapa siy yang mau setiap saat dikejar pekerja infotainment dan dikorek-korek kehidupan pribadinya? Karena gue sangat menghargai privasi, gue mengerti perasaan Lunmay. Gak cuma Lunmay sih, gue yakin kebanyakan public figure juga gak sukalah kalau kehidupan pribadinya dikorek secara paksa. Memang Lunmay agak kelewatan juga dengan kata-kata dalam twitnya, namun at least itu ungkapan dia yang jujur dari dalam hati. Baru dia aja yang jujur menampar pekerja infotainment dengan sikapnya. Sementara artis yang lain masih takut karena memang risikonya sangat besar. Yah, seperti apa yang dihadapi Lunmay saat ini deh.

Seharusnya para pekerja infotainment gak perlu ngotot meliput para artis itu sampai malah mengganggu gerakan mereka. Karena kekasaran dan tingkah mereka yang memang tidak simpatik makanya banyak artis jadi gak suka dengan infotainment. Setiap ada celah, mereka mengerubungi artis dan memaksa mereka untuk memberikan statement. Memancing dan menjebak agar para artis tersandung atau salah ucap, lalu hal itu menjadi bumerang bagi mereka.

Gue yakin juga bahwa gak semua pekerja infotainment memiliki sikap yang buruk seperti itu. Tapi itu juga jarang pastinya. Karena selama ini yang kita lihat dari program2 yang ditayangkan, isinya melulu tentang keburukan dan kekurangan para artis. Perceraian, perselingkuhan, penipuan, ganti pacar, perseteruan, dll dsb dst. Tidak banyak isi liputan yang bermutu, apakah itu mengenai prestasi para artis dan semacamnya. Ada tentang prestasi dan kelebihan, dan stop pada 1 kali penayangan. Sementara mengenai keburukan pasti diblow up, dibahas begitu mendalam hingga berkesan memaksa dan mencari-cari, seolah-olah misalnya perceraian sang artis adalah merupakan berita yang sangat penting seperti penyelewengan uang negara. Tayangan2 infotainment seperti Insert (Pagi, Siang, Sore, et dah!!), Silet, Cek & Ricek, Kroscek, mungkin menghibur bagi sebagian orang, tetapi tidak membuat pemirsanya manjadi pintar dan kritis. Justru membodohi dan membuka aib orang.

Dengan sebegitu banyaknya tayangan infotainment yang tayang setiap hari, seolah mengungkap keburukan dan kekurangan orang lalu memblow-upnya adalah hal yang wajar. Aib orang menjadi santapan sehari-hari. Padahal menurut ajaran agama (padahal gue juga bukan orang yang taat banget sih, tapi gak munafik juga cuy), membuka aib orang adalah hal yang dosa. Lalu dimana tanggung jawab moral para pekerja infotainment itu? Dulu sebelum ada infotainment rasanya gak ada masalah kok. Malah beritanya lebih bermutu karena isinya yang mengenai sisi positif para public figure, sehingga justru memotivasi masyarakat. Menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menjadi lebih baik seperti idolanya, walaupun dalam kehidupan sebenarnya belum tentu mereka adalah makhluk sempurna. Sekarang? Anak2 kecil jadi tau tentang kawin cerai artis, selingkuh itu indah, dll. Gimana gak rusak bangsa kita?

Kesannya gue jadi memburuk-burukkan infotainment ya? Gue suka juga nonton kalo sempat. Tapi jujur, pada saat ada liputan mengenai keburukan para artis itu, gue justru merasa risih dan sebel. Bukan hal yang pantas untuk ditonton. Kadang gue kasihan pada artis2 itu. Tapi mungkin gue seharusnya lebih kasihan pada para pekerja infotainment yang mencari makan dengan cara seperti itu ya? Menurut mereka, karena infotainmentlah maka para artis menjadi besar dan terkenal. Kalo menurut gue, karena prestasinyalah para artis jadi besar dan terkenal. Masyarakat yang menilai. Infotainment berusaha membentuk opini masyarakat, tapi dengan terjadinya hal seperti ini bisa2 masyarakat malah jadi antipati. Jangan salah, banyak banget loh orang yang gak suka infotainment. Tayangan gak mutu dan gak mendidik. Dan cara mereka mencari 'berita' juga sama sekali gak menarik simpati, baik dari artis maupun dari pemirsa. Lama2 makin jijik aja deh.

Alangkah bijaksananya bila para artis bersaing dengan cara positif untuk menjadi populer, aranya ya dengan berprestasi. Dan alangkah bijaksananya bila infotainment pun mulai mengurangi secara perlahan bentuk tayangan2 mereka yang melulu mengenai kebobrokan artis. Menjadilah lebih positif! Supaya bangsa kita tercinta menjadi bangsa yang pintar dan kritis. Kalau terus seperti ini, sayang juga kan. Bisa aja ada artis yang prestasinya bagus tapi kehidupan pribadinya kurang ok, jadi terjegal. Kehidupan pribadi orang lain bukanlah konsumsi publik. Mau bilang public figure, tapi itu lebih karena prestasinya. Dibilang risiko jadi seleb? Oh please... Pelanggaran privasi sudah terlalu lama berlangsung terus-menerus sehingga masyarakat yang dibodohi menganggap ini adalah hal yang wajar, hal yang memang semestinya. Padahal salah kaprah banget tuh! Bisa-bisanya pekerja infotainment dan jurnalis2 kacangan pencari sensasi aja sampe terjadi hal seperti ini. Pada dasarnya manusia juga memiliki sifat pemangsa. Ada korban, santap! Tapi manusia juga makhluk bernalar kan. Memiliki akal budi, sehingga bisa membedakan mana yang baik dan yang tidak baik.

Ini adalah soal pilihan. Merusak diri sendiri adalah pilihan. Tapi merusak orang lain adalah kejahatan! That's it from Bidadari Bengal. Over and out...

Monday, December 14, 2009

Klien Super Kampret, Biarpun Seru Juga...


HUAAAAAHHHHH!!!! KELAR JUGA KERJAAN KAMPRET INI!! Legaaaaa...

Alhamdulillah.

Fiuhh!!

Kliennya mintanya banyak banget, dan melewati perjanjian. Bikin emosi banget. Tapi seru juga, daripada bengong. At least I have something to curse. Hehe. Guess I am a masochist. This pressure kind of makes me feel more alive. Wheew, I am a freak!

Notes: image taken from here.

Sunday, December 13, 2009

12132009, 07:59 pm

I'm officially deg-degan. Bukan karena liat cowok cakep, biarpun emang bener ada 1 di depan mata, tapi deg-degan takut hasil kerjaan kita masih ada yang kurang. Udah berapa kali revisi, sampai melebihi jatah yang udah dijanjiin. Editor gue pada gak tidur seminggu. Gue hampir seminggu juga gak tidur. Untungnya masih sempet gaul juga siy semalem sama Menik dan Kucil. Hehee. Ini aja udah dimundurin 2 hari dari deadline, bukan karena kita yang sala, tapi karena kliennya yang nambah-nambah konten dengan cueknya tanpa mikirin bakal makan waktu sampe seberapa. Tapi demi sepiring nasi warteg dan sekarung berlian, kita jabanin aja deh. Hiks.

Semalem pulang jam 11an, trus tadi pagi jam 9 udah ditelpon Ryan nanyain gue bakal ketempat dia ato gak. Ya iyalah, masa mau langsung di-wrap tanpa gue lihat dulu hasilnya gimana... Kalo ada yang masih kurang, mampus aja kita. Hhhhhh... Akhirnya janjian dateng jam 12 dan gue didaulat untuk bawain makan siang. Anything deh asal kerjaan kita cepet kelar dan beres, guys. Bener aja, pas gue sampe, mereka masih ngedit, dan gue lihat masih ada yang kelewat sama mereka, belum diedit. Wuiiih... Nyariiisss...

Gue mantengin terus mereka pas ngedit, sambil facebookan juga siy, qiqiqiqiqi... Sambil bentar-bentar diganggu BB messages dari Boss Lady yang panikan kurang ini itu, padahal dia sendiri sebenernya juga gak paham dengan isi presentasi yang kita buat ini. Gue n Ryan udah bete abis mukanya asal ada bunyi telpon ato message. Sumpah, sore yang sangat stressful. Emang siy Boss Lady selalu gitu. Panik yang tidak perlu, gak perlu panik juga nanti semua beres. Dan yang gue gak nyangka, Ryan yang notabene orang luar pun bete dan protes ke gue tentang ibu bos yang satu itu. Wkwkwkwkwkwk... Semua orang siy protes sebenernya. Huahahahahaaa...

Thank Almighty, sekarang kita udah masuk tahap akhir. Tinggal rendering dan burning, then I have to bring these stuffs to our clint's home. OUR CLIENT'S HOME. WHICH IS IN WEST JAVA... HOW KAMPRET IS THAT????? Cita-cita pengen nonton di bioskop, ato at least duduk-duduk ngopi di Starbucks kembali hanya menjadi angan belaka. Shoot!! When this is finished, I'm gonna take some time for myself. I spent this whole weekend practically working. Only slipping in Menik and Kucil for a few hours yesterday. Oh well, I think I'm gonna swim for a whole day when it's all finished. :p

Special gratitude to my editors who haven't been home for a week. Mang enak, cuuy??? Qiqiqiqiqiqi... Tau deh lo sekarang gimana gue waktu event, gak pulang-pulang. Baru gini aja lo ngeluhnya udah kayak anak mama. Masa kalah sama cewek? :p Semangat! You guys are cool. 

Gonna wait for dinner while waiting for the rendering to be done. Tataa...

Saturday, December 12, 2009

12122009, 06:08 pm

Again, at Starbucks. Menik is here, Kucil is still on the way. Listening to Menik telling about her feelings to Duypret. That asshole. I should kill him if he tries to get near her again! Prick! He hurts Menik so many times. He makes her cry over and over again. She knows it's an unhealthy relationship. But after last night, I really wish she would delete him from her life. No more anything about him. Turn a new leaf, cuy. Get better soon. And you, Duypret! You can just screw your own ass to the hell and don't come back!

Now the rant is over, let's talk about my days. On Thursday, there's an event. A big one in Ritz-Carlton, Pacific Place. It was crazy. There was no brief. We had to go by feeling. All were improvised. The rundown was revised all the time, even when the activity was going on. Nuts! And we didn't have any chance to sit. There were no seats in our booth! Damn! It's officially the shittiest event I was ever in. I can still feel my feet swollen. I need a reflexology badly.

Yesterday, I spent almost all day at Ryan's again. Revision, revision. Oh why don't you guys just accept it as it is? The presentation was already more than good. The flow was already correct. Why did you have to change it?? Aaaaarrrrrgh!!! Boss Lady was in such a state of panic that she wanted me to be at Ryan's until this thing is finished. I had too earn my keep, so I went. And let him did his work unsupervised while I caught my long lost sleep. He's good, didn't need me there. But thank God he understood how Boss Lady was like. He and the guys just laughed when I told them that I was only there to sleep. :p

The appointment was at 5 pm and we had to bring the presentation to be previewed by the client and my boss. At 4.30, we had just started rendering. At 5.30 we decided to burn it into the disk in the taxi. At 6.15 the client said that they were still in North Jakarta area. THEN WHY DIDN'T YOU TELL US EARLIER SO WE DIDN'T NEED TO RUSH LIKE THAT, KIND FREAKIN SIRS??? Dan mereka tiba jam 8.30 aja loh! Baek banget yak? Pengertian yang luar biasa... Ckckckk... And the meeting lasted at about 11 pm. Cantik dah. Pada ngerjain gue aja lo semua!

Today, again, I went to Ryan's. No more comments from him seeing me there. I know, bro. I know how it feels to crave holiday. So I just give them the rest of the data and told them I was going. They were kinda surprised at first. "It's raining, Bengal. You can leave later." Aaww. How sweet. But I just wanted to go somewhere quiet and forget about works. Ryan gave a parting shot, " Bagus, Ngal. Get a life. Don't work all the time." Hello, speak for yourself, bro! I know you're even busier than me. Hahahaaa. Welcome to real life.

So now, here I am. At Starbucks, Menik is pouring her heart out, waiting for Kucil, jazzy melody in the background, and snacking on Quiches. This is my favorite moment, when I don't have to work, and just be with my best friends. Doing nothing, sometimes even not talking. But it's a comfortable silence. We're here for each other, yet still have our own life. I'm cherishing it. Life is beautiful indeed. Thank you for small blessings. Thank you, God. Alhamdulillah.

Wednesday, December 09, 2009

12092009, 09:23 pm

Ngendon seharian di kantor Ryan. Dari tadi pagi sampe sekarang jam 9 malem, dan kayaknya masih lanjut terus niy. Kesian editornya. Mangap yak... Abis udah diuber deadline siy. Belum lagi kalo ntar ada revisi, kacau deh.

Makan siang sama Ryan dan Menik di resto Makassar gitu. Tadinya gue pengen pesen ribsnya, tapi pas sampe sana, mendadak ngerubah pesenan jadi coto. Udah lama gak makan coto plus buras. Trus Menik yang sampe duluan disana udah duluan pesen es isang ijo. Sadeeess... Gue kenalin Ryan ke Menik. Gak tau niy, si Menik gak terlihat berminat, padahal Ryan tu keren loh. Ganteng! *Ajiiib, tu bahasanya...* Cuman ya emang mungkin masalahnya karena baru kenal. Dan kayaknya Menik langsung veto karena dia udah jelas berondong. Wkwkwkwkwk...

Anyways, Menik uda ngajuin surat resign ke kantornya. Dia dapet tawaran dari Wendy, temen kita dulu di NtarTV. Dan dia ingin Menik langsung mulai. Gila aja kan. Lebih kurang seperti waktu gue cabut dari NtarTV dulu untuk pindah ke salah satu research company. Gue dateng interview hari ini, dia langsung nyuruh gue resign dan mulai minggu depannya. Dimana-mana juga rata-rata perusahaan minta 1 bulan setelah ngajuin resign baru kita bener-bener keluar. Hahahaaa... Well, selamat menempuh pekerjaan baru, cuy. :)

Sekarang udah jam 9 leat. Udah laper banget. Mau makan dulu ah. Baru kerja lagi. Begadang siy kayaknya, jadi butuh energi ekstra. Msti makan 2 porsi deh. Twew...