Wednesday, May 26, 2010

05262010; 06.36 pm

I bought something for Bangbag yesterday. It was a fluffy doll which I would love to play with. I'd say I made up a reason of buying it for Bangbag when in fact I want it for me. Hehee...

Went to a mall in Senayan, but didn't have enough time to browse around or just hangout and having coffee. Darn!!

Monday, May 24, 2010

Thinking of Alv

Hey, peeps. It's been a few weeks, eh? Yeah well, life's kinda hectic with those projects coming in. It's not that I'm not grateful, but a few free days would be most welcome. :)

I find myself thinking more and more about Alv these days. Well, we did have good times. And when it gets unbearable, I forcibly remind my head about his bad sides. But you know, time slowly erases bad memories, pains are no longer that sharp, and I have to keep reminding myself of that. I surely don't wanna jump back to him. And yeah, I've thought of calling him. Thank God I could keep myself from doing that.

But hell, some things just keep going back to mind. The warmth of his neck, the good smell of him, the good times we had... Damn it!! Get away, memories...

Thursday, May 06, 2010

She Makes My Life Beautiful

Bangbag woke me up today. I heard her wailing outside my door, then I heard her shuffeling and basically making noise. Then, she yelled my name. 'Wake up, Auntie, wake up, I wanna come in...'

Well, who am I to refuse? She's my queen. I rose and opened the door. In came my Li'l Bangbag, bouncing all the way to my bed. Then she just stood. Silent. Me? Confused.

'What's going on, dek?'

Silent. Shy smile. Twirling around. Stood still.

Still dumbfounded. 'Dek?'

She just grinned and looking at me. I tried to pick her up but she moved outta reach. Back to bouncing and twirling all around my room. She was so cute with her new purple and white shirt and jeans skirt.

Wait!! New??

'Oh my, you're wearing new clothes, aren't you, dear?'

Then she laughed and hugged me.

Life is beautiful... :)

Wednesday, May 05, 2010

Tribute to SMI

Indonesia just lost a great economist, a heroine. Our loss, the world's gain.

SRI MULYANI INDRASARI
Previously Indonesia's Finance Minister
Presently Managing Director of World Bank Group

Expecting you to come back when your task is done and be our next President. :D

Just a thought, tough. This is a time when Twitter comes in handy. We'd know who are smart, and who are the fools. ;)

Tuesday, May 04, 2010

Love Me, Leave Me - Kat Deluna




LOVE ME, LEAVE ME - Kat Deluna


The very first day of my life
Was the day that you let me go
And it was a blessing in disguise
Now I see that I'm beautiful
Cause all we ever did was fight
We were so dysfunctional
Now I've forgotten all the times
And all the days that I was lovin you.

Just like a ghost from my past (he's come back to haunt me)
Saying that you want me back (look at its impossible so...)

Love me, leave me
Cause I've already closed that door
Don't want to be
In the pain I felt before
If I only could be myself
Without your approval anymore
(if you love me, leave me)
If you love me, leave me alone

Now there used to be a time
That I would've taken you back again
But now that I have you out my mind
Now I'm totally independent
So you can save your little lies
Cause I know what's happenin'
You're missin' me but say goodbye now
To all the days I was lovin' you

[Pre-Chorus]

[Chorus]

If you really wanna help
Then you should go
Cause I promised myself
I'd let it alone
At the back of the shelf
Cause where I put what we had
I'll never going back, no

[Chorus]

Thursday, April 29, 2010

Dewasa

Kadang gue mempertanyakan apakah gue ini sebenernya udah dewasa atau belum. Sebenernya apa sih yang menjadi patokan bahwa seseorang itu dewasa atau tidak? Yang pasti bukan umur ya. Anak umur 12 tahun bisa aja bertindak lebih dewasa daripada orang berusia 30 tahun.

Diumur gue yang udah kepala 3 ini gue masih nyantai, dibilang punya target ya gak juga, dibilang gak punya target juga gak. Nah loh? Gue gak pernah mencita-citakan bahwa gue harus nikah di umur sekian, jadi direktur di umur sekian, punya mobil, rumah, anak, naik haji, bla bla bla di umur sekian. Gue cuma pengen bisa hidup tenang dan senang. Gitu aja udah cukup kok. Keluarga dan lingkungan gue yang kadang berisik nyuruh gue nyari pasangan akhirnya diem juga. Bukannya gue gak mau nikah, cuma lebih tepatnya belum mau. Punya cowok sih mau, tapi suami, ntar dulu deh. Belum siap terikat dalam komitmen seperti itu. Masih pengen nyicipin ini itu juga siy. Hihihihihiii...

Punya rumah dan mobil sendiri? Jelas pengen. Tapi dengan pendapatan gue saat ini kayaknya belum bisa juga. Errrr, mungkin lebih tepatnya adalah gue belum bisa memaksa diri gue untuk menyisihkan sebagian pendapatan gue untuk ditabung. Semuanya habis untuk sehari-hari dan entertaining diri sendiri. Mungkin cuma buku dan makan, tapi gak ada yang murah di Jakarta kaleeee... Itu salah satu hal yang membuat gue meragukan tingkat kedewasaan gue.

Jujur, gue memang seperti anak kecil. Masih mau main dan senang2. Kalo bukan gue, siapa lagi yang bisa nyenengin gue? Hahaa. Salah satu efek gak punya pasangan ya gini. Memang udah risiko, santai aja...

Sadar gak sadar, gue selalu ada backup. Entah itu simpenan nyelip yang baru keinget kalo punya pas udah kepepet, ato lari ke dear bro. Yang artinya: gue masih dependen pada orang lain. Tapi udah gak separah dulu. Asli. Dulu gue pasti tiap bulan minta tambahan, apalagi waktu masih pacaran sama si Alv kampret tukang morotin itu. Sekarang gue nyaris gak pernah minta lagi. Paling kalo gue musti keluar kota, untuk pegangan aja. Seringnya gak gue pake juga, malah abisnya buat foya2 lagi pas balik ke Jakarta.

Anyways, gue juga gak ngerti kenapa dari niat pengen nulis tentang kedewasaan kok larinya jadi ke keuangan pribadi gue ya? Hmmmm... Well, whatever. Dewasa ato gak, Alhamdulillah gue happy. Mungkin gak sempurna. Gue masih belum tau juga apa yang bakal bikin kebahagiaan gue sempurna. Tapi gak ganggu banget juga. I have a great family, great friends, great job, and music to accompany me through life. And I thank God for that. :)

Wednesday, April 28, 2010

Bengal, Kecuekan, dan Menik

Life is hard, I know. Selalu ada cobaan, halangan, musibah, dan lain sebagainya. Menurut gue pribadi, gue termasuk orang yang beruntung. Selama ini gue hampir selalu bisa melewati segala musibah, kesialan dll dengan baik. Entah itu dengan bantuan orang lain, dengan keberuntungan gak jelas, atau dengan kecuekan gue sendiri. So far, gue bersyukur karena gue punya sifat cuek tersebut. :)

Salah satu sahabat gue, Menik, saat ini sedang tenggelam dalam keputusasaan *jiaaaah bahasanya!*. Musti diakui hidupnya berat. Dia sendirian merantau ke ibukota, harus membantu menanggung beban keuangan keluarganya yang kurang baik, ditambah lagi hal yang sudah pasti bikin hampir semua cewek drop, PATAH HATI. Kadang pusing dan heran kalau baca tweet dan blognya. Namun pada akhirnya, gue harus mencoba memahami apa yang menyebabkan dia sampai seperti itu. Gue selalu mencoba untuk menempatkan diri gue di posisi seseorang, dalam hal ini Menik. Tapi tetep aja gue gak bisa mengerti sepenuhnya kenapa perasaannya bisa sampai seperti itu. *Maapin gue, Meniiiiiik!!! Gue emang gak punya perasaan. Hiks.*

Gue cuma punya kesimpulan bahwa cuek adalah hal yang sangat penting juga. Bukan berarti kita harus cuek sampe gak perduli tentang hal2 yang terjadi di sekitar kita. Kadang bersikap masa bodoh ada untungnya juga loh. Buktinya gue belum ngerasain patah hati atau patah semangat yang dahsyat sampai saat ini. Eeemmmmmh, anyway, ini berarti yang abnormal sebenermya gue ato Menik ya? Jadi ragu juga. Hihiii...

Oy Menik, peace yo. ;)
Ayo semangat, cuy! Udah baca berapa puluh buku motivator masa masih sedih aja? Sini gue temenin makan steak. Hehee...