Thursday, January 08, 2009

Hei Kunti, The World Is No Longer Pink

Persahabatan...

Pas gak pas ya dipasin aja deh.

Kalo maunya cari bagian bagus aja tanpa nerima sisi buruknya, masih bisa dibilang sahabat gak ya?
Bukan berarti gue berada di sisi yang benar, tapi gimana caranya nyadarin dia tentang perbedaan sudut pandang dan style tiap orang?
Bukankah kompromi adalah cara yang baik?
Untung gue masih punya Kucil dan Menik.
Semoga keadaan dengan Kunti bisa baik lagi.
Amin...

Yang simpel aja ah. Biarpun g bentuknya abstrak, tapi otak g simpel banget. Gak ngerti yang ribet dan berliku.
Santai aja, cuuuuy...
(Moga-moga gak ada yang tersinggung).

Persahabatan

Sindentosca - Kepompong

Dulu kita sahabat

Dengan begitu hangat

Mengalahkan sinar mentari

Dulu kita sahabat

Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu


Bridge:

Kini kita berjalan berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karena sesuatu

Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan

Namun itu karena ku sayang


Reff :

Persahabatan bagai kepompong

Mengubah ulat menjadi kupu-kupu

Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah

Persahabatan bagai kepompong

Maklumi teman hadapi perbedaan

Persahabatan bagi kepompong

Semua yang berlalu

Biarkanlah berlalu

Seperti hangat mentari

Siang berganti malam
Sembunyi kan sinarnya

Hingga dia bersinar lagi

(Lirik digunakan tanpa seijin yang punya, tapi gak ada maksud komersial kok. Asli!! Justru untuk membuktikan bahwa lirik lagu ini bagus dan mengena banget)

Tadi malem acara perpisahan salah satu sahabat gue di kantor gue yang lama. Mama memutuskan untuk cabut dari kantor itu, dan perpisahan dilakukan di salah satu tempat karaoke top di daerah selatan Jakarta. Anak-anak Mama semua hadir selain Menik. Ada gue, Kucil, Kunti, Cimit, dan Yuyu, serta banyak rekan dari kantor Mama.
Acara berlangsung seru. Namun yang udahnya, malah terjadi slack antara Kunti dengan gue n Kucil. Gara-garanya adalah Kunti merasa kami gak menganggap dia sebagai sahabat. Dia merasa kami gak perhatian, timbal baliknya gak setimpal seperti harapan dia.

Kadang gue merasa Kunti masih melihat dunia, at least persahabatan dengan kacamata idealis plus lensanya yang warna pink *gubraakk!!*. Menurut dia, sahabat itu selalu ngomong dan bercerita setiap kali ada masalah, ingat dan memberi hadiah saat ulang tahun (gak gitu banget juga sih), intinya sih timbal balik. Jadi kalo dia bersikap begitu kepada gue, maka gue juga harus bersikap begitu ke dia. Gue hargai prinsip Kunti. Tapi kan cara masing-masing orang dalam berinteraksi kan beda. Gak selamanya sama. Gak semua orang merasa harus meng-update kisah hidupnya pada sang sahabat. Kadang dia butuh waktu untuk mencerna, kadang dia merasa belum tentu suatu hal bisa dia ceritakan entah karena udah antisipasi reaksi sang sahabat, kadang dia juga gak perlu cerita sama sekali karena merasa bisa meng-handle semuanya sendiri. Gue hampir gak pernah bercerita masalah pribadi gue pada sahabat-sahabat gue, baru akhir-akhir ini aja gue lebih membuka diri. Tapi sebelumnya juga gak masalah kok kalo gak cerita. Kalo lagi bete, spend time with them, then I'd feel better already. Gak usah dibuat susah ato repot kan??

Wednesday, January 07, 2009

Cancel All

Today's result:

CANCEL ALL

Me and Batman is officially off.

FUCK!!!

Whatever!!

Tuesday, January 06, 2009

010609, 06:38 pm

Weird day. I chatted with the guys, and they're all flirty. One of them is the guy I kissed in that event in West Java. I didn't recognize his name on YM yesterday. He only revealed himself this afternoon, and taddaaaaa..., it's CrewCut. Hahahaaaa... Purely out of curiosity, after chatting for a while, I asked him about that kissing 'incident'. We skirted around the issue, but the point is, he remembered. I felt like laughing my ass off. He was uncomfortable in admitting it. :p
But then he got flirty again, even to the extent of offering to take me home. Yeah, right!! Whose home did you have in mind, eh CrewCut?? *cue: roll eyeballs*

Batman texted me saying that he wanted to see me later tonight. Let's see if it's just bull as usual or if it's going to be. Hehee... And then, this is his last SMS: "GILAAA.. Baru rencana aja udah rembes.." Aiiiiihhh, wuahahahahaa...

Right, I see that I don't have anything to write. But at least today doesn't go without a posting from me. Hehee... Cheers...

Sunday, January 04, 2009

Menik, Kucil, dan Bidadari Bengal di Suatu Malam

Menik, this is for you.

Udah beberapa hari ini, sejak malam tahun baru, pokoknya lebih kurang selama liburan deh, gue dan Menik dan Kucil menghabiskan waktu bersama. Entah itu menginap di rumah gue, ato jalan2 hangout n nongkrong di kafe. Mostly siy at Citos ya. Sebenernya siy cuma gara2 butuh akses Internet, secara Speedy di rumah gue belum dibayar, hehee... These days, so many 'first times' happened in our life together. Weird but lovely nonetheless. :)

Gue n Menik menghabiskan sebagian besar waktu itu bersama, Kucil seringnya menghilang, karena dia lagi punya new addiction. A guy, to be exact. He's her school friend. Each of them has a serious partner, which they intend to marry. But as life is such a strange thing, they met again at a school reunion, everything just flowed from there. Kucil bercerita bahwa semuanya mengalir begitu aja, tanpa paksaan, tanpa merubah perasaan mereka ke pasangan masing2. Kucil dan Chubby sama2 jujur dan konsisten dengan sikon mereka masing2. Bahwa masing2 merupakan orang yang kedua. Tanpa sakit hati ato making it all more complicated than it could be. Nunjukin bahwa mereka adalah 2 orang dewasa, walaupun mereka tetap bermain hati, tapi tetap fair dan konsisten dari awal hingga akhir. Gue melihat Kucil bisa bebas dan menjadi dirinya sendiri di depan Chubby, dan mengekspresikan hubungan mereka di depan sahabat2nya tanpa harus merasa risih ato apalah. Gue appreciate banget dengan sikap mereka. Mungkin ini jadi seperti 'refreshing' buat mereka ya. Masing2 punya pasangan yang udah bersama mereka selama bertahun2. Orang nikah aja banyak yang gak sampe selama itu kali. Kalo diumpamain sesederhana mungkin, orang yang sibuk dengan kehidupan sehari2nya, mulai merasa jenuh, udah capeeeek banget, trus pergi deh liburan ke Bali sendirian. Me-refresh diri, pergi ke spa, mengisi mental lagi. Dan mengingatkan gimana nikmatnya kehidupan saat bebannya belum seberat sekarang. Dan gue yakin itu rasanya nikmat dan puas banget. Ih, yang gue omongin ini nyambung gak siy sebenernya??? Kok gue jadi bingung sendiri ya?? Yaa pokoknya gitu deh!

Lain lagi dengan Menik. Gadis yang satu ini lagi mengalami kebingungan dan kepanikan dengan kehidupan asmaranya. Her practically non-existent love life. Sori ya, Nik, kalo gue bilang begitu. Hehee... Di usianya yang sudah diatas 25 tahun ini, Menik sama sekali belum pernah berpacaran. Saat dia suka ato disukai cowok, dia masih menyikapinya dengan mental anak sekolah. Gue dan Kucil ngasih dia julukan Miss Drop, karena kelakuannya yang suka bikin cowok2 pada drop duluan sebelum bisa mengenal dia lebih dalam. Semalem, di Saung, gue n Kucil berusaha memberi pengertian ke Menik tentang dirinya, dan apa yang harus dia ubah dalam bersikap. Bukan berarti apa adanya Menik itu buruk, sama sekali gak, tapi udah saatnya dia bersikap lebih dewasa dalam menghadapi cowok. Gue dan Kucil memberi contoh dengan diri kita masing2 sebagai model (taelaaahhhh...). Gue akui, Kucil itu ahli banget soal cowok dan hubungan, kalo gue lebih ke arah fisik dan sudut pandang cowok, secara banyak yang bilang gue niy stengah laki (kampreett!!!). Bahkan gue pun banyak mendapat ilmu dari Kucil malam itu. :D

Ok, so, dari sudut pandang praktikal dan darurat, gue memberi Menik saran untuk lebih membuka dirinya dan lebih bersikap feminin kalo bukan dewasa. Lebih manis dalam menanggapi pria. Selama ini, mungkin cowok2 itu pada rada takut ya, secara Menik itu lumayan terlihat powerful n mandiri biarpun badannya kecil, even dari looknya pun dia masih kelihatan seperti anak sekolah. Dia cewek yang keras, tapi dalam hatinya ada suatu ketakutan. I'd say it's a fear of rejection. Ato mungkin gengsi. Ato mungkin ketidakpedean dia, padahal sekarang dia terlihat cantik, beda banget sama waktu dia baru tiba di Jakarta dari kota asalnya (hehe, peace, yo). And that fear really drives her attitude toward men. It's so destructive for her love life. Menik harus membuka aura dirinya. Aura kewanitaanya, aura sensualnya. Cukup dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa 'gue cantik', dan harus percaya diri loh, maka kita juga akan terihat lebih cantik di mata orang. Kucil mengajarkan Menik untuk tidak takut ge-er. Gue akui, itu bener banget, karena pada saat kita ge-er entah pas ada cowok naksir kita ato sebaliknya, sadar gak sadar kita akan mengeluarkan aura ato daya tariklah istilahnya. Kita akan berusaha untuk mempertahankan daya tarik itu. Kita akan terlihat lebih bersinar. Kalo kita bisa gitu terus, pasti bakal ada aja lawan jenis yang tertarik. Lebih mantap lagi kalo kita bisa gitu di depan cowok yang kita suka. Cihuuuy...
Dari situ, terlihat Menik mencoba mencerna ucapan2 gue dan Kucil. Moga2 apa yang kita obrolin bermanfaat buat kamu ya, Nik...

Oh, btw, Menik ini bener2 belum pernah merasakan ciuman dll. Selama ini kontak fisik yang udah dia alami baru sebatas pagangan tangan, itu pun baru minggu lalu terjadi. Gue n Kucil nyoba menggali diri Menik, dan ternyata dia itu bener2 totally innocent in the physical sense. Hasrat pasti ada, cuma keberanian, ato malah keinginan untuk mengeksplor sendiri arah dari hasrat itu belum ada. Gue jadi bingung gimana ya ngajarin Menik tentang hal yang satu itu. Gue cuma mikir, di usia2 kita sekarang, kita lagi matang2nya. Even disaat kita berinteraksi dengan lawan jenis, seksualitas pasti terlintas dalam pikiran. Bukannya jorok, tapi ini adalah hal yang alami. Dan bukan gue mau ngajarin yang gak2 ke anak orang, tapi sumpah deh, dengan belum tersentuhnya Menik, maka aura ato daya tarik itu mungkin jadi agak susah keluar ya. Kecuali kalo dia mau attract cowok2 usia anak SMU. Gubraakk... We'll discuss it on our next session. Then maybe I'll blog about it.

I think that's it for today. Cheers...

010409, 01.03 am

Today is the first birthday of my little Bangbag. Yesterday afternoon, Menik and Kucil came again to spend the night at my place. After all the preparation for the birthday party were finished, we've been hanging out at our favorite spot, let's call it Saung. Armed with 2 boxes of cigarettes, 3 bottles of mineral water, a seaweed flavored Lay's, Oreo, Richeese wafer, and Antangin, hahahahahh, we're having a 'curhat' session. Mostly about Menik's desire to experience love and relationship. And about Kucil second flame. And of course about me and Batman. :D

Yeah, I know it's dark, and lots of mosquitos too. But that doesn't deter us at all. I love this moment. And somehow, for me, this session seems even deeper than usual. Maybe because this is the first time I hear Kucil's insights, hehehee...
And then, at midnite, Kucil's flame of the month, Chubby came. I have to, still actually, watch their makeout session. I got frustrated since Batman is already sleeping. I couldn't make him come here. I crave his kisses and touches. I need solution, damn it!!! Even if I have to leave the party later today (yeah, rite!!), if that could get me into his arms for even 15 minutes, I might just do it. That's how desperate I am at the moment. Oooohh, so slutty, eh?

On Friday, we went to Citos. I brought the MacBook, since I need to get connected. Before we went back to our respective homes, we had supper at BK. And suddenly my phone rang. I didn't recognize the number. When I picked up, it was from Yaza, my flirtmate from Skype. He told me about his trip to Puncak, and his quickie with one of his colleague. And well, he asked to meet me, and to go to Ancol next Saturday. I told him I couldn't promise, but I definitely put that in mind. I mean come on, we've been planning this for a month. So I wasn't that interested at first, but now is a different time. I 'm curious, and he sounded like an interesting person. Menik and Kucil asked me who was calling, if it was Batman or Alv. They were a little bit stunned when I told them no, that it was another guy, Yaza. The look on their faces was priceless!!! Hahahahaaaa... Before I turned off, we promised to call again later that night for a sex(y) chat. ;D

Catch you later. Must be off now...

Friday, January 02, 2009

The Second Day of 2009

New year, new, oooopss... So sorry, I promised Menik to blog in Indonesian. So I'll do just that. Maybe just this once, maybe for good. We'll see. And why am I still blabbing in English? Dohh...

Anyways, I mean, eh maksud gue, aduuh, gue mau ngomong apa yaaa? Jadi mendadak dangdut, eh blank ding... Gubraakk...

At the moment, we're in Starbucks Citos. At last, I get to be online again. The network at home is not working, and I was getting cranky of being too long away from the Net. Guess I'm an Internet junkie, eh??

There's nothing in particular I want to write. I just feel like keeping on trying blogging. Hmm, oh I know... This is kinda funny actually. For years I've been friends with Menik, Kucil, Kunti, and Mama, we've never spent new year eves together. Not once. And yesterday, more like 2 days ago, we all came and spent the Old & New together at KFC Santa, along with 3 of our new guy friends. They really made the night. Soooo freakingly hilarious. I loved that night. And then, at about 3 am, we walked to Keyaki to have supper. Then the night finished.

Hmmm, not really in the mood to write. It's too bright here. I'm a night owl. I love darkness. I'm a creature of the dark. Yeah, whatevs...

Uh, didn't I say that I was going to blog in Indonesian? Damn!!! So sorry, Menik...