Kadang gue mempertanyakan apakah gue ini sebenernya udah dewasa atau belum. Sebenernya apa sih yang menjadi patokan bahwa seseorang itu dewasa atau tidak? Yang pasti bukan umur ya. Anak umur 12 tahun bisa aja bertindak lebih dewasa daripada orang berusia 30 tahun.
Diumur gue yang udah kepala 3 ini gue masih nyantai, dibilang punya target ya gak juga, dibilang gak punya target juga gak. Nah loh? Gue gak pernah mencita-citakan bahwa gue harus nikah di umur sekian, jadi direktur di umur sekian, punya mobil, rumah, anak, naik haji, bla bla bla di umur sekian. Gue cuma pengen bisa hidup tenang dan senang. Gitu aja udah cukup kok. Keluarga dan lingkungan gue yang kadang berisik nyuruh gue nyari pasangan akhirnya diem juga. Bukannya gue gak mau nikah, cuma lebih tepatnya belum mau. Punya cowok sih mau, tapi suami, ntar dulu deh. Belum siap terikat dalam komitmen seperti itu. Masih pengen nyicipin ini itu juga siy. Hihihihihiii...
Punya rumah dan mobil sendiri? Jelas pengen. Tapi dengan pendapatan gue saat ini kayaknya belum bisa juga. Errrr, mungkin lebih tepatnya adalah gue belum bisa memaksa diri gue untuk menyisihkan sebagian pendapatan gue untuk ditabung. Semuanya habis untuk sehari-hari dan entertaining diri sendiri. Mungkin cuma buku dan makan, tapi gak ada yang murah di Jakarta kaleeee... Itu salah satu hal yang membuat gue meragukan tingkat kedewasaan gue.
Jujur, gue memang seperti anak kecil. Masih mau main dan senang2. Kalo bukan gue, siapa lagi yang bisa nyenengin gue? Hahaa. Salah satu efek gak punya pasangan ya gini. Memang udah risiko, santai aja...
Sadar gak sadar, gue selalu ada backup. Entah itu simpenan nyelip yang baru keinget kalo punya pas udah kepepet, ato lari ke dear bro. Yang artinya: gue masih dependen pada orang lain. Tapi udah gak separah dulu. Asli. Dulu gue pasti tiap bulan minta tambahan, apalagi waktu masih pacaran sama si Alv kampret tukang morotin itu. Sekarang gue nyaris gak pernah minta lagi. Paling kalo gue musti keluar kota, untuk pegangan aja. Seringnya gak gue pake juga, malah abisnya buat foya2 lagi pas balik ke Jakarta.
Anyways, gue juga gak ngerti kenapa dari niat pengen nulis tentang kedewasaan kok larinya jadi ke keuangan pribadi gue ya? Hmmmm... Well, whatever. Dewasa ato gak, Alhamdulillah gue happy. Mungkin gak sempurna. Gue masih belum tau juga apa yang bakal bikin kebahagiaan gue sempurna. Tapi gak ganggu banget juga. I have a great family, great friends, great job, and music to accompany me through life. And I thank God for that. :)
Thursday, April 29, 2010
Wednesday, April 28, 2010
Bengal, Kecuekan, dan Menik
Life is hard, I know. Selalu ada cobaan, halangan, musibah, dan lain sebagainya. Menurut gue pribadi, gue termasuk orang yang beruntung. Selama ini gue hampir selalu bisa melewati segala musibah, kesialan dll dengan baik. Entah itu dengan bantuan orang lain, dengan keberuntungan gak jelas, atau dengan kecuekan gue sendiri. So far, gue bersyukur karena gue punya sifat cuek tersebut. :)
Salah satu sahabat gue, Menik, saat ini sedang tenggelam dalam keputusasaan *jiaaaah bahasanya!*. Musti diakui hidupnya berat. Dia sendirian merantau ke ibukota, harus membantu menanggung beban keuangan keluarganya yang kurang baik, ditambah lagi hal yang sudah pasti bikin hampir semua cewek drop, PATAH HATI. Kadang pusing dan heran kalau baca tweet dan blognya. Namun pada akhirnya, gue harus mencoba memahami apa yang menyebabkan dia sampai seperti itu. Gue selalu mencoba untuk menempatkan diri gue di posisi seseorang, dalam hal ini Menik. Tapi tetep aja gue gak bisa mengerti sepenuhnya kenapa perasaannya bisa sampai seperti itu. *Maapin gue, Meniiiiiik!!! Gue emang gak punya perasaan. Hiks.*
Gue cuma punya kesimpulan bahwa cuek adalah hal yang sangat penting juga. Bukan berarti kita harus cuek sampe gak perduli tentang hal2 yang terjadi di sekitar kita. Kadang bersikap masa bodoh ada untungnya juga loh. Buktinya gue belum ngerasain patah hati atau patah semangat yang dahsyat sampai saat ini. Eeemmmmmh, anyway, ini berarti yang abnormal sebenermya gue ato Menik ya? Jadi ragu juga. Hihiii...
Oy Menik, peace yo. ;)
Ayo semangat, cuy! Udah baca berapa puluh buku motivator masa masih sedih aja? Sini gue temenin makan steak. Hehee...
Salah satu sahabat gue, Menik, saat ini sedang tenggelam dalam keputusasaan *jiaaaah bahasanya!*. Musti diakui hidupnya berat. Dia sendirian merantau ke ibukota, harus membantu menanggung beban keuangan keluarganya yang kurang baik, ditambah lagi hal yang sudah pasti bikin hampir semua cewek drop, PATAH HATI. Kadang pusing dan heran kalau baca tweet dan blognya. Namun pada akhirnya, gue harus mencoba memahami apa yang menyebabkan dia sampai seperti itu. Gue selalu mencoba untuk menempatkan diri gue di posisi seseorang, dalam hal ini Menik. Tapi tetep aja gue gak bisa mengerti sepenuhnya kenapa perasaannya bisa sampai seperti itu. *Maapin gue, Meniiiiiik!!! Gue emang gak punya perasaan. Hiks.*
Gue cuma punya kesimpulan bahwa cuek adalah hal yang sangat penting juga. Bukan berarti kita harus cuek sampe gak perduli tentang hal2 yang terjadi di sekitar kita. Kadang bersikap masa bodoh ada untungnya juga loh. Buktinya gue belum ngerasain patah hati atau patah semangat yang dahsyat sampai saat ini. Eeemmmmmh, anyway, ini berarti yang abnormal sebenermya gue ato Menik ya? Jadi ragu juga. Hihiii...
Oy Menik, peace yo. ;)
Ayo semangat, cuy! Udah baca berapa puluh buku motivator masa masih sedih aja? Sini gue temenin makan steak. Hehee...
Simply Breakfast

Just found this blog today. Full of pictures of Jennifer Causey's breakfast menus. It's like a dream for me. These simple delicious healthy and hearty stuffs on her wooden table, so beautiful and scrumptious and clean and put tears to my eyes. I know, I'm that weird. Or maybe it's just because I love food so much. *sniff*
Man, I am so getting a jar of black cherry jam and whole wheat bread when I get home!!
Credits: Jennifer Causey - Simply Breakfast
Monday, April 26, 2010
Want My Heaven
Starting to drown in another blue mood. Thinking to contact Kucil and Menik but they seem busy. I want to go out somewhere with them and just hang out over coffee. I dunno, something just held me back. Menik is not in a very well condition mentally, and I should just let Kucil be with her husband. Or maybe it's just me want to be alone.
At times like this, a day off and hanging out at a nook with mugs of aromatic coffee and thick riveting novel would sound like heaven. At times like this, I want heaven...
At times like this, a day off and hanging out at a nook with mugs of aromatic coffee and thick riveting novel would sound like heaven. At times like this, I want heaven...
Malibu - Lee Ritenour feat. Phil Perry
This song is my ultimate choice when I need to run away. It always makes me feel like I'm on a beach alone at dusk, wearing white flowing dress, with my hair blown by the wind. Just me and the beach. Wishing I am there now.
04262010, 06:51 pm
A rather laid back day. There's only 4 guys in the office, the others called in sick. Wimps. Hahaaa... It feels so great to have moment like this once every so often. No reports to make, no tasks yet, no strange music in the background, just me, coffee, and the internet.
Putting on some soothing music, it all made for a blueish ambience. I can't explain it well, but it's just my mood, probably. Only I know how it feels, but it's not something bad. In fact, it's what I crave sometimes. It's like being solitary in a comfortable floating bluey bubble. Not lonely, but solitary. Whatever, bottom line is, I love it. :)
Putting on some soothing music, it all made for a blueish ambience. I can't explain it well, but it's just my mood, probably. Only I know how it feels, but it's not something bad. In fact, it's what I crave sometimes. It's like being solitary in a comfortable floating bluey bubble. Not lonely, but solitary. Whatever, bottom line is, I love it. :)
Tuesday, April 20, 2010
M City, Day 2
Day 2 in M City. Actually things are looking much better. :D The work was okay. We had a great crew, so I could sit back most of the time. :D
After work, we all went back to the hotel, then my friend and I went out together to eat durians. Oh my gosh... Those stinking fruits are the gift from heaven!! That's how good it was. We both waited for our boss until he's done entertaining the clients. But we were getting bored so we called the other guys and asked their whereabouts. Turned out they all were hanging out at an angkringan near to our hotel. So we decided to join them, and boy, that was the perfect decision. In years we worked together, that night was the first time we fully enjoyed a night, full of camaraderie, laughing til we drop, sharing crazy stories, taking 2 street musicians hostages, hahahaaa... What a crazy night. No booze, only music and stories and laughs. The street musicians were nutties, they sang many popular Indonesian songs, and made fun with the lyrics. Gosh, it was hysterical!!
Wish to have moments like that soon and often. ;)
After work, we all went back to the hotel, then my friend and I went out together to eat durians. Oh my gosh... Those stinking fruits are the gift from heaven!! That's how good it was. We both waited for our boss until he's done entertaining the clients. But we were getting bored so we called the other guys and asked their whereabouts. Turned out they all were hanging out at an angkringan near to our hotel. So we decided to join them, and boy, that was the perfect decision. In years we worked together, that night was the first time we fully enjoyed a night, full of camaraderie, laughing til we drop, sharing crazy stories, taking 2 street musicians hostages, hahahaaa... What a crazy night. No booze, only music and stories and laughs. The street musicians were nutties, they sang many popular Indonesian songs, and made fun with the lyrics. Gosh, it was hysterical!!
Wish to have moments like that soon and often. ;)
Subscribe to:
Posts (Atom)
