Sunday, January 04, 2009

Menik, Kucil, dan Bidadari Bengal di Suatu Malam

Menik, this is for you.

Udah beberapa hari ini, sejak malam tahun baru, pokoknya lebih kurang selama liburan deh, gue dan Menik dan Kucil menghabiskan waktu bersama. Entah itu menginap di rumah gue, ato jalan2 hangout n nongkrong di kafe. Mostly siy at Citos ya. Sebenernya siy cuma gara2 butuh akses Internet, secara Speedy di rumah gue belum dibayar, hehee... These days, so many 'first times' happened in our life together. Weird but lovely nonetheless. :)

Gue n Menik menghabiskan sebagian besar waktu itu bersama, Kucil seringnya menghilang, karena dia lagi punya new addiction. A guy, to be exact. He's her school friend. Each of them has a serious partner, which they intend to marry. But as life is such a strange thing, they met again at a school reunion, everything just flowed from there. Kucil bercerita bahwa semuanya mengalir begitu aja, tanpa paksaan, tanpa merubah perasaan mereka ke pasangan masing2. Kucil dan Chubby sama2 jujur dan konsisten dengan sikon mereka masing2. Bahwa masing2 merupakan orang yang kedua. Tanpa sakit hati ato making it all more complicated than it could be. Nunjukin bahwa mereka adalah 2 orang dewasa, walaupun mereka tetap bermain hati, tapi tetap fair dan konsisten dari awal hingga akhir. Gue melihat Kucil bisa bebas dan menjadi dirinya sendiri di depan Chubby, dan mengekspresikan hubungan mereka di depan sahabat2nya tanpa harus merasa risih ato apalah. Gue appreciate banget dengan sikap mereka. Mungkin ini jadi seperti 'refreshing' buat mereka ya. Masing2 punya pasangan yang udah bersama mereka selama bertahun2. Orang nikah aja banyak yang gak sampe selama itu kali. Kalo diumpamain sesederhana mungkin, orang yang sibuk dengan kehidupan sehari2nya, mulai merasa jenuh, udah capeeeek banget, trus pergi deh liburan ke Bali sendirian. Me-refresh diri, pergi ke spa, mengisi mental lagi. Dan mengingatkan gimana nikmatnya kehidupan saat bebannya belum seberat sekarang. Dan gue yakin itu rasanya nikmat dan puas banget. Ih, yang gue omongin ini nyambung gak siy sebenernya??? Kok gue jadi bingung sendiri ya?? Yaa pokoknya gitu deh!

Lain lagi dengan Menik. Gadis yang satu ini lagi mengalami kebingungan dan kepanikan dengan kehidupan asmaranya. Her practically non-existent love life. Sori ya, Nik, kalo gue bilang begitu. Hehee... Di usianya yang sudah diatas 25 tahun ini, Menik sama sekali belum pernah berpacaran. Saat dia suka ato disukai cowok, dia masih menyikapinya dengan mental anak sekolah. Gue dan Kucil ngasih dia julukan Miss Drop, karena kelakuannya yang suka bikin cowok2 pada drop duluan sebelum bisa mengenal dia lebih dalam. Semalem, di Saung, gue n Kucil berusaha memberi pengertian ke Menik tentang dirinya, dan apa yang harus dia ubah dalam bersikap. Bukan berarti apa adanya Menik itu buruk, sama sekali gak, tapi udah saatnya dia bersikap lebih dewasa dalam menghadapi cowok. Gue dan Kucil memberi contoh dengan diri kita masing2 sebagai model (taelaaahhhh...). Gue akui, Kucil itu ahli banget soal cowok dan hubungan, kalo gue lebih ke arah fisik dan sudut pandang cowok, secara banyak yang bilang gue niy stengah laki (kampreett!!!). Bahkan gue pun banyak mendapat ilmu dari Kucil malam itu. :D

Ok, so, dari sudut pandang praktikal dan darurat, gue memberi Menik saran untuk lebih membuka dirinya dan lebih bersikap feminin kalo bukan dewasa. Lebih manis dalam menanggapi pria. Selama ini, mungkin cowok2 itu pada rada takut ya, secara Menik itu lumayan terlihat powerful n mandiri biarpun badannya kecil, even dari looknya pun dia masih kelihatan seperti anak sekolah. Dia cewek yang keras, tapi dalam hatinya ada suatu ketakutan. I'd say it's a fear of rejection. Ato mungkin gengsi. Ato mungkin ketidakpedean dia, padahal sekarang dia terlihat cantik, beda banget sama waktu dia baru tiba di Jakarta dari kota asalnya (hehe, peace, yo). And that fear really drives her attitude toward men. It's so destructive for her love life. Menik harus membuka aura dirinya. Aura kewanitaanya, aura sensualnya. Cukup dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa 'gue cantik', dan harus percaya diri loh, maka kita juga akan terihat lebih cantik di mata orang. Kucil mengajarkan Menik untuk tidak takut ge-er. Gue akui, itu bener banget, karena pada saat kita ge-er entah pas ada cowok naksir kita ato sebaliknya, sadar gak sadar kita akan mengeluarkan aura ato daya tariklah istilahnya. Kita akan berusaha untuk mempertahankan daya tarik itu. Kita akan terlihat lebih bersinar. Kalo kita bisa gitu terus, pasti bakal ada aja lawan jenis yang tertarik. Lebih mantap lagi kalo kita bisa gitu di depan cowok yang kita suka. Cihuuuy...
Dari situ, terlihat Menik mencoba mencerna ucapan2 gue dan Kucil. Moga2 apa yang kita obrolin bermanfaat buat kamu ya, Nik...

Oh, btw, Menik ini bener2 belum pernah merasakan ciuman dll. Selama ini kontak fisik yang udah dia alami baru sebatas pagangan tangan, itu pun baru minggu lalu terjadi. Gue n Kucil nyoba menggali diri Menik, dan ternyata dia itu bener2 totally innocent in the physical sense. Hasrat pasti ada, cuma keberanian, ato malah keinginan untuk mengeksplor sendiri arah dari hasrat itu belum ada. Gue jadi bingung gimana ya ngajarin Menik tentang hal yang satu itu. Gue cuma mikir, di usia2 kita sekarang, kita lagi matang2nya. Even disaat kita berinteraksi dengan lawan jenis, seksualitas pasti terlintas dalam pikiran. Bukannya jorok, tapi ini adalah hal yang alami. Dan bukan gue mau ngajarin yang gak2 ke anak orang, tapi sumpah deh, dengan belum tersentuhnya Menik, maka aura ato daya tarik itu mungkin jadi agak susah keluar ya. Kecuali kalo dia mau attract cowok2 usia anak SMU. Gubraakk... We'll discuss it on our next session. Then maybe I'll blog about it.

I think that's it for today. Cheers...

2 comments:

HooneyBee_Of_DramaQueenStory said...

hwa....haa kampret lu masak gw mau attract mau anak sma yang ada dibilang gw emaknya but anyway tulisan ini begitu jujur banget apa mungkin krn gw yang ikut kedalamnya yach...it's so tought this story bebe

angellaginyaru said...

berasa ya, cuy? Kucil juga bilang gitu, hehe... mogaaaa2 g bisa nulis kayak gini lagi. hiks...